Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, bagaimana hukumnya menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk? (Ridho, Jogjakarta). Jawab : Sebelumnya perlu diketahui siapa Mustafa Kemal Ataturk dan usaha-usahanya yang jahat untuk menghancurkan Islam. Prof. Dr. Raghib As Sirjani, pengasuh situs islamstory.com, dengan tajam menjelaskan,”Mustafa Kemal Ataturk adalah thaghut zaman ini, imamnya kaum sekuler, dan panutan bagi para agen dan pengkhianat. Dia menjadi contoh bagi setiap pembenci dan pendengki agama Islam, dan model untuk seseorang yang menyusup ke barisan kaum muslimin dan menembus di dalamnya untuk memecah belah dan menghancurkan umat Islam...” (https://islamstory.com/ar/artical/20827/مصطفى-أتاتورك). Adapun usaha-usaha Mustafa Kemal Ataturk menghancurkan Islam, di antaranya : (1) Menghancurkan Khilafah, dan menggantinya dengan sistem sekuler, yaitu sistem republik. (2) Menghapuskan Kementrian Wakaf (semacam kementrian Agama). (3) Manghapuskan sekolah-sekolah Islam (madaris diiniyyah).(4) Mengubah masjid-masjid jami’ menjadi museum (seperti Masjid Aya Sofia).(5) Melarang haji dan umrah. (6) Melarang hijab bagi muslimah. (7) Melarang huruf Arab (dan menggantinya dengan huruf Latin). (7) Mewajibkan orang Turki beribadah dengan Bahasa Turki (seperti adzan). (8) Mengubah libur hari Jumat menjadi libur hari Ahad (seperti kaum Nashrani).(9) Menghapuskan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. (10) Menghapuskan perayaan hari-hari besar Islam (Maulid Nabi, dsb).(11) Melarang tarbus (topi tradisional Turki) dan menggantinya dengan topi khas Perancis (al Qub’ah Al Faranjah), yang menjadi simbol Kristen di masa Perang Salib.( https://islamstory.com/ar/artical/20827/مصطفى-أتاتورك) Setelah kita mengetahui fakta di atas, maka menurut kami haram hukumnya menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk, dengan tiga alasan pengharaman sbb: PERTAMA, menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk merupakan kecenderungan hati kepada orang yang zalim. Padahal, Islam telah mengharamkan umatnya untuk mempunyai kecenderungan hati (ar rukuun) yang bermakna ridho terhadap perbuatan orang zalim itu. (https://tafsirweb.com/3605-surat-hud-ayat-113.html). Firman Allah SWT : وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS Huud : 113). KEDUA, menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk merupakan persetujuan kepada thaghut, yaitu orang yang menjalankan hukum yang tidak berlandaskan Al Quran dan As Sunnah. Padahal, umat Islam telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengingkari thaghut itu. (https://tafsirweb.com/1592-surat-an-nisa-ayat-60.html). Firman Allah SWT : يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ “Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS An Nisa` : 60) KETIGA, menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk, merupakan pemutarbalikan fakta (kebohongan) yang diharamkan Islam. Sabda Rasulullah SAW : سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ ”Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, orang pendusta dianggap orang jujur, orang jujur dianggap pendusta, orang pengkhianat dianggap orang terpercaya, dan orang terpercaya dianggap pengkhianat, dan Ruwaibidhah bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah). Jelaslah, berdasarkan dalil-dalil di atas haram hukumnya menamai jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk. Siapapun yang memberi nama suatu jalan dengan nama Mustafa Kemal Ataturk, maka sesungguhnya dia adalah penganut sekulerisme dan pendukung fanatik Mustafa Kemal Ataturk yang terkutuk, yang sedang melakukan propaganda yang busuk dan keji kepada Umat Islam, agar umat Islam menjadi umat yang tersesat mengikuti paham sekulerisme yang kufur dan sangat bertentangan dengan Islam. Wallahu a’lam.
Bagi para pembaca yang ingin menanyakan masalah Agama kepada KH. M. Shiddiq Al Jawi, silakan isi form pertanyaan di bawah ini. KH. M. Shiddiq Al Jawi insya Allah akan berusaha menjawab pertanyaan dari para pembaca melalui email.