
Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi
Tanya :
Kita menghutangi seseorang dengan jaminan, terus dia gagal bayar, bahkan orangnya menghilang. Bagaimana kita akan menjual jaminan itu? Padahal kita butuh uang.
Jawab :
Jika seseorang memberi pinjaman (qardh), atau menjual barang secara utang atau angsuran, dengan jaminan (rahn), lalu pihak peminjam atau pembeli pada saat jatuh tempo tidak membayar utangnya (gagal bayar), atau dia menghilang sehingga tidak jelas keberadaannya, maka solusinya mengikuti urutan / tertib sebagai berikut :
Pertama, pihak pemberi pinjaman (kreditur) menjual jaminan dengan seijin pihak peminjam (debitur) untuk melunasi utang debitur. Jika barang terjual dan ada kelebihan, maka kelebihan itu menjadi haknya debitur.
Kedua, jika pihak debitur tidak mengijinkan kreditur menjual jaminan, maka kreditur berhak mengajukan perkaranya kepada hakim syariah (qadhi) di pengadilan syariah.
Hakim syariah dapat memerintahkan debitur untuk mengijinkan kreditur menjual jaminan untuk melunasi utang.
Jika debitur tetap menolak mengijinkan penjualan jaminan kepada kreditur, maka hakim syariah memerintahkan kepada debitur untuk menjual sendiri jaminan itu secara paksa.
Jika debitur tetap tidak mau juga menjual jaminan atas perintah hakim syariah, maka hakim syariah berhak menjual paksa jaminan tersebut untuk membayar utang debitur.
Ketiga, jika tidak terdapat hakim syariah di tempat tersebut, kreditur boleh menyerahkan jaminan kepada seorang yang dipercaya (tsiqah), dan orang tsiqah inilah yang menjual jaminan tersebut, dengan syarat harga jualnya tidak boleh kurang dari tsaman al mitsli (harga pasar yang normal untuk barang semisal), dan penjualan jaminan ini dipersaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil. (Lihat Ibnu Taimiah, Majmu'ul Fatawa, Juz ke-29, hlm. 538).
Jawaban di atas untuk debitur yang gagal bayar, namun dia ada di tempat (tidak menghilang), sesuai fatwa Imam Ibnu Taimiyah sebagai berikut :
وسئل:
عمن له على شخص دين ، وأرهن عليه رهنا ، والدين حال ورب الدين محتاج إلى دراهمه، فهل يجوز له بيع الرهن؟ أم لا؟
فأجاب:
إذا كان أذن له في بيعه : جاز ، وإلا باع الحاكم إن أمكن ، ووفاه حقه منه .
ومن العلماء من يقول: إذا تعذر ذلك دفعه إلى ثقة يبيعه ، ويحتاط بالإشهاد على ذلك ، ويستوفي حقه منه، والله أعلم" انتهى.
"Imam Ibnu Taimiyah ditanya :
Mengenai seseorang yang mempunyai piutang pada orang lain, dan orang lain ini menjaminkan kepadanya suatu jaminan, lalu tibalah jatuh tempo utang, sedangkan pemberi utang (kreditur) membutuhkan dirhamnya (yang dia pinjamkan). Bolehkah kreditur itu menjual jaminan itu? Atau tidak boleh?
Lalu Imam Taimiyah menjawab :
"Jika debitur mengijinkan kreditur menjual jaminan, boleh kreditur menjualnya. Jika debitur tak mengijinkan, hakim menjual jaminan itu jika memungkinkan, lalu memenuhi hak kreditur dari hasil penjualan jaminan itu.
Di antara ulama ada yang mengatakan,"Jika hal itu (penjualan oleh hakim) tidak dapat dilakukan, maka kreditur menyerahkan jaminan kepada orang yang dipercaya (tsiqah), yang akan menjualnya, dan sebaiknya dia berhati-hati dengan mendatangkan saksi-saksi untuk penjualan itu, dan memenuhi hak kreditur dari hasil penjualan itu. Wallahu a'lam." Selesai kutipan. (Ibnu Taimiah, Majmu'ul Fatawa, Juz ke-29, hlm. 538).
Adapun untuk debitur yang menghilang atau melarikan diri sehingga tidak jelas keberadaannya, maka solusinya sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ali Haidar dalam Durar Al Hukkam fi Syarah Majallat Al Ahkam (V/110) pada pasal 758, sebagai berikut :
إذا غاب الراهن ولم تعلم حياته ومماته فالمرتهن يراجع الحاكم لأجل بيع الرهن واستيفاء مطلوبه منه .
"Jika pihak debitur (rahin) menghilang, dan tidak diketahui hidup atau matinya, maka pihak kreditur (murtahin) merujuk kepada hakim untuk menjual jaminan dan untuk memenuhi tuntutan kreditur itu dari debitur."
Dalam hal ini boleh penjualan itu dilakukan oleh kreditur, dan boleh juga dilakukan oleh hakim. Jika ada kelebihan, maka kelebihannya dipegang oleh hakim sebagai harta titipan (amanah).
Wallahu a'lam bi ash shawab.
Yogyakarta, 5 Juli 2021
M. Shiddiq Al Jawi
Referensi :
https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/285670
https://www.alukah.net/sharia/0/70692/
http://islamport.com/d/2/sys/1/15/140.html
Bagi para pembaca yang ingin menanyakan masalah Agama kepada KH. M. Shiddiq Al Jawi, silakan isi form pertanyaan di bawah ini. KH. M. Shiddiq Al Jawi insya Allah akan berusaha menjawab pertanyaan dari para pembaca melalui email.